Archive for 14 September 2012


ADI SABRI

Akhir Ogos lepas, saya ada menyalin ke blog ini satu berita kemalangan yang menimpa sepupu isteri saya di Alor Gajah Melaka. Adi Sabri Zulkifli kemudiannya dibawa ke Hospital Kuala Lumpur (HKL) dan sesudah beberapa hari, Adi dipindahkan ke Hospital Melaka pula. Keluarga kami di Kota Kinabalu menumpukan perhatian terhadap musibah yang menimpa Adi serta mengambil berat perkembangan kesihatannya.

Takdir Allah SWT, saya menerima surat untuk bermesyuarat di Melaka. Perkara awal yang saya fikirkan ialah saya mahu menziarahi Adi dan keluarganya sedapat yang boleh khususnya mewakili keluarga di Kota Kinabalu. Sebenarnya saya bukan kenal sangat dengan Adi kerana seingat saya pertemuan terakhir ialah 10 tahun lalu ertinya ketika dia masih bersekolah rendah, tetapi ibu bapanya pernah saya temui beberapa kali khususnya di Melaka ini.

Teman rapat Adi menjemput di hotel dan langsung membawa ke Hospital Melaka walaupun waktu melawat sudah berakhir. Saya pohon izin pengawal keselamatan kerana datang dari Sabah. Adi ketika saya ziarahi sudah sedarkan diri tetapi waktu itu dia tidur dan saya tidak pula mahu mengganggunya. Tidak lama, cuma sekadar 5 minit dan saya sempat bertanya kepada doktor yang ada. Perkembangannya sangat positif, semakin stabil.

Adi baru saja menjalani pembedahan kecil di tangan kanan, memasukkan besi. Kata doktor kalau perkembangannya semakin memuaskan mungkin dia boleh balik ke rumah. Kami doakan semoga Adi sembuh dan kembali seperti biasa. Kepada keluarganya harap bersabar dan saya gembira dapat bertemu mereka di hospital sebentar sahaja walaupun tidak dapat berziarah di rumah kampung. Terima kasih atas doa pembaca blog ini.

Khatib : Ustaz Noh Mudioto

Lokasi : Masjid Qaryah Bukit Pegoh

Dalam Islam melaksanakan ibadah yang paling banyak mengeluarkan tenaga dan biaya adalah ibadah haji. Karena itu ibadah haji ini hanya terbatas bagi setiap muslim yang mampu. Sekalipun ibadah haji itu terasa berat tetapi tetap terasa nikmat, sebab mereka merasa semakin dekat kepada Allah SWT. Pahala ibadahnya pun juga berlipat ganda.  Kerana itu kesempatan besar bagi setiap muslim yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci, mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan sujud dan taqarrub kepadaNya, sambil berdoa, sebab doa mereka itu dikabulkan oleh Allah SWT.

Di tempat inilah para jama’ah dapat mengadukan permasalahan hidup yang menyangkut dosa dan kesalahan yang pernah dilakukannya dan sekaligus  memohon ampun atas kesalahan dan dosa-dosanya itu kepada Allah SWT; lalu mereka minta diterima ibadahnya, minta keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, dicukupkan rezeki dan ketentraman rumah tangga.

Di tempat ini pula para jamaah tentu merasa sangat haru, bergembira dan bahagia, sebab dapat sujud dan berdiri di dekat Kaabah sambil menatap kebesaran dan keagungan Allah SWT sehingga mereka tidak mampu menahan tangis dan menitisnya air mata yang membasahi pipi mereka, di situlah mereka betul-betul merasa kecil dan tidak berdaya sama sekali di hadapan Allah SWT.

Dalam melaksanakan ibadah haji hendaknya para jamaah haji menghindarkan diri dari amaliyah-amaliyah yang dilarang oleh agama; dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti berbuat keji, fasik, bohong dan lain-lainnya, supaya ibadah hajinya diterima oleh Allah SWT, dan mereka kembali pulang bersih dari dosa. Dengan kata lain mendapatkan haji mabrur.

“Barang siapa melakukan haji tanpa berbuat keji dan tidak fasik, maka dia kembali (tidak berdosa) sebagaimana waktu dia dilahirkan oleh ibunya.”

Bagi saudara-saudara kita yang hendak menunaikan ibadah haji, hendaknya menanamkan niat yang tulus dan ikhlas karena Allah semata, serta semata-mata memenuhi panggilanNya, dan hendaknya berusaha semaksima agar mencapai haji yang mabrur. Karena haji mabrurlah yang bernilai dalam pandangan Allah SWT dan haji mabrurlah yang dianggap haji berkualiti.

“Umrah ke umrah lainnya adalah penghapus dosa antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada lagi balasannya kecuali syurga.” (HR. Bukhari Muslim)

%d bloggers like this: