Dalam bab mujahadah, kitab Riyadhus Solihin diletakkan satu ayat al-Quran dari sebuah surah yang selalu kita baca :

“Maka, sesiapa yang beramal kebaikan walau seberat zarrah, nescaya dia akan dapat melihat (hasilnya)”.

Kadang-kadang kita selalu mengabaikan persoalan-persoalan kecil dalam kehidupan. Keluar masuk tandas, rumah, masjid, pasar dan sebagainya, jika tahu mana satu kaki yang didahulukan boleh mendatangkan pahala.

Begitu juga dalam soal menyarung dan membuka baju atau seluar, memakai dan menanggalkan kasut atau selipar, semuanya nampak begitu mudah, tetapi berapa ramai yang cermat dalam menjaga soal-soal yang kecil ini?

Dengan memerintahkan soal begitu, bukankah Allah itu Maha Pemurah, hanya dengan mendahulukan kaki kanan masuk ke masjid saja sudah mendatangkan pahala, apatah lagi dalam persoalan-persoalan yang lain?

Begitu juga dalam solat. Mengangkat tangan dengan sesempurnanya ketika takbiratul ihram misalnya, memandang ke arah jari telunjuk ketika mengungkap lafaz tasyahhud, melafazkan amin bersama-sama imam, memandang ke arah tempat sujud, tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri ketika berdiri, semuanya itu mendatangkan pahala.

Tetapi, walaupun begitu mudah, ramai juga yang cuai dalam perkara begini.

Maka itu, Imam an-Nawawi meletakkan ayat ini di dalam bab mujahadah, bersungguh-sungguh melakukan sesuatu kebaikan, walaupun ia dipandang kecil sahaja.

Soalan : Kalau kita hendak berwudhu’, kita terlebih dahulu menyinsing lengan baju. Mana satu didahulukan, lengan baju sebelah kanan, atau lengan baju sebelah kiri? :))